|
Punya hand phone? Hari gini? Ya 'kudu' lah! Sebenarnya ga penting2 amat seh [soalnya gw bukan orang penting :p], tapi... rasanya sepi banggedd klo ga ada suara ringtone berdering... entah itu ada sms, telpon, miscal, atopun pas ada panggilan salah sambung... [berasa orang penting ajah :p]. Yah... apalagi klo deringan ringtone itu dari seseorang yang emang kita tunggu kehadirannya, entah itu dari keluarga, pacar, sobat, atopun dari temen [apalagi temen lama... jadi kangen neh... pengen reunian... :(], meskipun hanya sebuah miscal... tapi bisa bikin hati kita tenang... paling engga kita jadi tahu bahwa keadaan mereka [seseorang yang kita sayangi] dalam keadaan bae2 saja... dan yang paling penting... ternyata mereka masih mengingat kita alias kannggeennn..... =)
Ada sebuah cerita dari seorang teman... mUtSkY... tentang arti 'sebuah miscal'...
__________
Sekali lagi hp-ku berbunyi. Itu pasti dari suamiku. Pada awalnya aku merasa kesal. Karena dia selalu mematikannya sebelum sempat aku menjawab. Tahu nggak sih dia kalo aku kangen. Setiap aku lagi sibuk dengan si kecil atau lagi masak di dapur, pasti dia menelpon dan... mematikannya lagi. Selalu begitu. Padahal kan aku capek lari-lari ngambil hp yang kutinggal di kamar, lagi dicharge.
Pesannya sebelum berangkat aku nggak boleh nelpon dia, ”nanti roaming, mahal”. Iya sih, aku nggak mungkin sebentar kalo ngomong sama dia, apalagi kalo lagi kangen. Mau nelpon lewat telpon biasa juga pasti mahal, kan jaraknya jaukh banget, pasti masuk zone III.
Mau sms? Tapi katanya, ”Aku bakalan sibuk, sayang... takut nggak sempat baca dan bales”. Emang! Dia paling males bales sms. Huh, benci deh... tapi rindu...
Hari ini aku mogok ah. Nggak akan aku hampiri hp-ku walaupun berbunyi, kalau perlu aku bikin silent. Nggak akan aku cek siapa yang nelfon. Pokoknya aku kesel. Dan bener. Hp-ku menunjukkan adanya telfon masuk kemudian mati. Sekali lagi ada yang masuk kemudian mati lagi. Dan begitu
seterusnya hingga dari pagi tadi sampai malam ini aku lihat di layar hp-ku ”20 missed calls”. Dalam hati aku nggak mau cek ah siapa yang nelfon. Good night, aku mau tidur.
Besoknya dia pulang. Dari terakhir aku lihat hp-ku sampe pagi ini, missed call-nya nambah jadi 40. Dan benar, semuanya dari suamiku. Udah 4 hari, aku kangen berat nih. "Terima missed
call-ku nggak?” katanya. Langsung aku jadi inget dan kesel. ”Niat nelfon gak sih?”. Suamiku mengetahui gelagatku yang mulai mau ngambek. Tapi... dasar suamiku! Bijaksana! Dan romantis! ”Sini sayang, aku kasih tau sesuatu” katanya.
”Kamu tau nggak, sayang? Sebenernya aku pingin lebih dari 100 kali sehari missed call kamu.” Aku jadi bingung dibuatnya. Udah tau aku kesel dengan semua missed call-nya, lebih dari 20 lagi sehari, malah mo nambah jadi 100. ”Maksud kamu apa missed call missed call aku?” kataku sebel tapi bingung. “Yaaa… aku cuma pingin kamu tau, kalo aku masih bisa mencet hp, berarti aku masih hidup dan sehat. Dan... supaya kamu tau... kalo aku kangen sama kamu...”.
__________
Cerita itu mirip dengan apa yang kurasakan saat ini...
Missed call... memang bukan panggilan tak terjawab… tetapi telpon kerinduan...
100 missed calls... berarti... 100 kali lipat kerinduannya untukku...
(Missed call untuk Aa'-ku, tanda bahwa aku masih menunggu di sini…)
|